Pengurai Sampah

Archived in the category: Jalan Kehidupan
Posted by sholihin on 10 Jun 09 - 2 Comments

Problem lingkungan saat ini bagi kita adalah Sampah. Sampah merupakan barang sisa dan tidak dipakai dimana semua orang membuangnya. Bagi Pemerintah kota “Pasukan Kuning” lah yang paling berjasa dalam hal ini.  Namun kita belum tahu, siapa yang akan menguraikan sampah

Sehingga kita terpikirbahwa

1)sampah menggunung di atas truk yg menyebarkan bau busuk dan suka berterbangan tertiup angin (bikin sampah baru di jalanan),

2)apakah sebanding jumlah truk dan jumlah sampah yg hrs diangkut?,

3)salut kpd orang2 yg mau jadi tukang sampah (mereka duduk di atas bak truk dg baju blepotan bau sampah),

4)mengapa sampah tidak didaur ulang seperti di negara maju?

nah dengan demikian mari kita hargai mereka yang mau mengurai sampah palstik, sampah basah dan sampah padat-tajam. HIDUP PASUKAN KUNING

PENGORBANAN SANG AYAH

Archived in the category: Jalan Kehidupan
Posted by sholihin on 10 Jun 09 - 1 Comment

Sebagai manusia kita diciptakan ada laki-laki dan perempuan. dimana disertai tanggung jawab masing masing yang nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya dihari penghisapan kelak sesudah pulang kampung.Dalam hal Jender Allahpun memberikan porsi masing-masing, bagi seorang ibu dan seorang ayah. Sebagai seorang ayah akan dimintai pertanggungjawabannya sebagai pemimpin keluarga. Bagaimana menafkahi keluarga, Hartanya didapat dari mana? dengan cara yang halal/haram. bagaimana mendidik anak dan istrinya.

Seorang ayah akan memenuhi kebutuhan keluarga dengan usaha yang maksimal, tanpa kenal lelah dalam membanting tulang. yang semuanya itu demi kehidupan keluarga.Dan betapapun beratnya dari usaha itu tiada dirasa berat, semuanya ihlas demi anak dan istri.

Lewat tulisan ini, sudah demikian beratnya perjuangan seorang ayah, masih ada juga anak yang berani dan durhaka terhadap ayahnya, begitu juga dengan istri; masih ada istri yang durhaka terhadap suami. Subahanallah, Semoga Allah memberikan tempat yang mulia terhadap Perjuangan ayah yang ihlas untuk anak dan istrinya, Wallahu A’laam.

Buat Bapak dalam foto ini semoga pengorbanan bapak mendapat imbalan Syurga kelak

Foto tersebut diambil di Bantul DIY dan di sekitar Nusukan Surakarta

KE ISTANA KEPRESIDENAN

Archived in the category: Kepustakawanan
Posted by sholihin on 10 Jun 09 - 0 Comments

Dua tahun yang lalu, tepatnya pada 2 Mei 2007 ditempat yang sama aku di beri penghargaan Sebagai Pegawai UNS berprestasi terbaik tahun 2007. dan berawal dari ini aku dikirim ke propinsi Jawa Tengah untuk mengikuti lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik tahun 2007. Dengan berbekal “PD” dalam bersaing dengan 19 Pustakawan pilihan se Jawa Tengah, Setelah berbagai ujian dan test TPA dan Psikologi maupun presentasi akhirnya di Ijinkan Allah untuk mengikuti Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik tahun 2007 Tingkat Nasional di Jakarta ( Perpustakaan Nasional RI ). dan di beri hak untuk mengikuti Upacara 17 Agustus 2007 di ISTANA NEGARA.

Sehingga disini dapat bertemu Pustakawan Se Indonesia dari Aceh sampai Papua ( d.h. Irian Jaya). OOOOOO Subhanallah telah menjalankan Hamba Nya sampai ke ISTANA NEGARA.Tapi buka ke Sidrotul Munthaha.

GONG RAKSASA

Archived in the category: Jalan Kehidupan
Posted by sholihin on 10 Jun 09 - 1 Comment

Gong yang ada di bantul ini terletak di jalan Parang Tritis KM 9,5, tepatnya di depan Gedung kesenian Gabusan, atau depan Pasar Seni gabusan.

gong itu dijadikan maskot Bantul Ekspo yaitu sebuah gong raksaksa yang akan dicatat dalam MURI sebagai gong terbesar

gong tersebut terbuat dari 45 besi drum bekas dengan diameter 6,3 meter dan dibuat selama 27 hari oleh salah seorang warga Bantul, Poniman.

Foto ini diambil beberapa waktu pulang ke Bantul. akhir Mei 2009

ULTAH GEMPA BANTUL

Archived in the category: Jalan Kehidupan
Posted by sholihin on 09 Jun 09 - 0 Comments

Beberapa hari yang lalu saya diingatkan oleh Bapak, untuk selalu bersyukur dan selalu memanjatkan doa. hal itu karena Bapak bersyukur atas selamatnya Bapak dan Ibu dari Goncangan yang Dasyat pada tanggal 27 Mei 2006, kecuali Simbah yang waktu itu masih berada didalam rumah.

Menurut cerita Bapak waktu itu sehabis subuh Simbah tiduran lagi diatas dipan kesanyangannya. sedang bapak nyapu halaman dan Ibu beli bubur untuk simbah.

dicerita itu bapak selelu terkenang dan kalau bercerita pada anak cucu selalu mengais karena tidak bisa menyelamatkan Simbah ( Ibu kandung Bapak).

Nah karena beberapa hari yang lalu silaturrhmi ke Bapak, terjadilah cerita itu lagi sambil mengenang, tak lupa air matapun membasahi pipi bapak.

Dan aku pun berucap terima kasih telah diingatkan untuk selalu bersyukur dan terus mendekatkan diri dengan bertaqwa.

Belajar dari Ibu Prita

Archived in the category: Jalan Kehidupan
Posted by sholihin on 09 Jun 09 - 1 Comment

Nagara kita adalah negara hukum, segala tata kehidupan diatur dengan Tata Hukum. Namun segala pelanggaran hukum akan dilihat siapa yang Melanggar, dan apa yang dilanggar. itu di KUHAP dan KUHP ndak ada. yang ngadain PENEGAK HUKUM sendiri. yang kadang untuk mencari ” Sesuatu ” dalam menegakkan hukum. Artinya Semua Pelanggaran dan siapa yang Melanggar mestinya dihukum sesuai dengan tata hukum yang ada. namun dinegeri ini lucu, kayak negeri Dongeng. selama ” lampu merah” bisa dilanggar. HUKUM dinegeri ini tidak akan tegak.

Hukum dinegeri ini bisa dibunyikan oleh Penguasa, Uang dan Kekuasaan.

Dalam kasus Ibu Prita, RS OMNI yang punya Uang. sehingga segala cara untuk menjerat Ibu Pritapun bisa. Bagaimana dengan SANG JAKSA, Menerima Suap ? Wallahu ‘A ‘lam. atau apa sudah dijanjikan akan mendapat kemudahan di RS OMNI, itupun perlu bukti.

Yang Jelas Kesewenangan dan kurang terbukanya Hasil Laboratorium itulah yang menjadikan masalah ini timbul, andakata hasil lab Jujur apa adanya, kasus ini masih jauh di kayangan. itu dipicu pihak RS tidak mau memberikan hasil pemeriksaan laboratorium untuk trombosit yang 27.000 iu meski pemeriksaan diulang dua kali. Kemungkinan bagian lab memberikan data yang salah atau milik pasien lain. Karena Prita awam, dia menggunakan kata ”fiktif” untuk hasil itu

Normalnya, tiap data pasien harus menjadi bagian DRM yang boleh diketahui pasien. Jika datanya benar dan tercantum dalam DRM, kasus menghebohkan ini tak perlu terjadi. RS bisa memberikan fotokopi DRM yang menjadi hak Prita.

Belajar dari semua itu, bahwa orang kecil akan mudah terjerat Hukum, orang besar akan kebal hukum, maka Berhati-hatilah karena negeri ini kayaknya masih belajar jerat menjerat satu sama lain. MERDEKAnya KAPAN ?

Chat