BELAJAR DENGAN ALAM

Archived in the category: Etika Profesi
Posted by sholihin on 20 Mar 15 - 0 Comments

sesaat tuk mengingatkan bahwa kita masih bernafas,,, tak satupun kita merasa mensyukurinya,,, setiap hirupan nafas oksigen tanpa dipinta ongkos oleh sang Pencipta, kita harus belajar dengan alam  yang selalu bersyukur tentang apa dia diciptakan,,, kita ????

KITA HARUS BERSYUKUR

lOKAKARYA kURIKULUM 2014 D III PERPUSTAKAAN UNS

Archived in the category: Etika Profesi
Posted by sholihin on 20 Mar 15 - 0 Comments

ditengah melajunya gelombang ilmu pengetahuan terutama di bidang informasi,, Program Studi D III Ilmu Perpustakaan FISIP Mengadakan lokakarya Kurikulum untuk mensinergiskan kurikulum dengan era perkembangan Teknologi Infdormasi 

Si Ijo gagah Perkasa

Archived in the category: Jalan Kehidupan
Posted by sholihin on 20 Mar 15 - 0 Comments

Sebuah angan yang di ijabahkan sama Alloh ketika sujudku tanpa terasa,, tengadah tanganku tanpa henti tuk bermunajad Subhanalloh Engkau kabulkan,,, 

Bolehkah Aku Membeli Waktu Papa 1 jam saja ? (Sebuah Renungan)

Archived in the category: Jalan Kehidupan
Posted by sholihin on 09 Jan 14 - 0 Comments

Beberapa hari lalu aku membaca satu cerita yang sangat menyentuh nurani bagiku, silahkan simak cerita dibawah ini dan resapi makna dan isinya, sungguh bisa menjadi bahan pelajaran bagi para orang tuanya terhadap pentingnya kasih sayang dan waktu untuk keluarga .

Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama.”Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.

Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.”Aku menunggu Papa pulang , karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?””Lho,tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?””Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…””Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.

Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.”jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!””Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!” tapi sang anak tidak mau beranjak.”Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?””Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur…””Tapi papa…””Sudah, sekarang tidur…” suara sang Ayah mulai meninggi.Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.

Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang-terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata”Maafin Papa ya! kenapa kamu minta uang malam-malam begini..besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?….””Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.””Iya..iya..tapi buat apa??” Tanya sang Papa.”

Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 10.000. tapi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa…”Sang Papa cuma terdiam.

Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangisMendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis.. ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..”Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.”Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa bekerja keras…maafkan Papa anakku…” kata sang Papa ditengah suara tangisnya. Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papa…

Apa pendapat anda tentang cerita renungan diatas ?

RELA BERKORBAN DEMI ADIK ADIK NYA

Archived in the category: Jalan Kehidupan
Posted by sholihin on 16 Apr 13 - 0 Comments

Kisah Tasripin, Bocah 12 Tahun yang Harus Menghidupi Ketiga Adiknya

Arbi Anugrah – detikNews

 

 

Jakarta – Jauh di sebuah Dusun di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Tasripin (12) bocah tanggung dari Dusun Pesawahan harus hidup sendiri dan mencari nafkah untuk menghidupi ketiga adiknya Dandi (9) Riyanti (7) dan Daryo (5). Tasripin harus bekerja di sawah agar adik-adiknya tetap bisa makan.

Di rumah bilik kayu dengan luas 5×7 meter persegi dengan satu ruang kamar luas 3×3 meter persegi dan sebuah dapur dengan tungku kayu bakar serta isi perabotan yang sangat sederhana dan hanya terdapat dua buah kursi panjang dan satu meja, beralaskan lantai semen yang sudah pecah, hidup empat bocah sebatang kara. Ayah mereka pergi bekerja di Kalimantan bersama kakak tertuanya, sementara ibunya meninggal akibat tertimbun longsor saat sedang mencari pasir satu tahun lalu.

Kini bocah-bocah tersebut harus hidup sebatang kara dan tidur dalam satu kamar dengan kasur dan bantal yang sudah tampak lusuh dengan ditutupi matras. Ketiga adiknya sangat mengandalkan kakak kedua mereka, Tasripin, yang setiap hari harus bekerja di sawah dengan mencangkul, membersihkan sisa-sisa padi serta menanam padi bersama warga desa pada saat masa tanam.

“Ibu sudah meninggal dan bapak bekerja di Kalimantan bersama kakak,” kata Tasripin, Jumat (12/4/2013).

Hampir setiap hari, Tasripin mesti pergi ke sawah untuk mencari uang demi menghidupi ketiga adiknya. Para tetangga sekitar yang simpati dengan keadaan Tasripin pun kadang sering membantu menberikan nasi maupun lauk pauk bagi bocah-bocah tersebut. Tak jarang mereka hanya makan dengan nasi seadanya namun tampak nikmat.

“Kalau berangkat ke sawah jam 7 pagi dan pulang jam 12 siang. Kadang sehari dapet Rp. 30 – 40 ribu sehari. Itu beli beras dan sayur. Sisanya untuk jajan adik,” jelas bocah yang telah putus sekolah itu.

Pagi sebelum dia berangkat ke sawah, Tasripin harus memasak nasi dan sayur untuk adik-adiknya. Selain memasak, dia juga harus mencuci pakaian, menyapu serta memandikan adik-adiknya. Tapi bukan hanya sekedar memandikan dan memberikan makan untuk adik-adiknya, dia pun bertanggung jawab terhadap akhlak adik-adiknya dengan mengajak adik-adiknya salat dan mengaji di musala depan rumahnya.

Tanggung jawab yang besar membuat dia harus bekerja keras, tidak jarang jika tidak mendapatkan pekerjaan, dia harus mengutang beras di warung. “Kalau tidak ada uang suka utang di warung, bayarnya nanti kalau bapak pulang,” katanya.

Saat ini Tasripin harus berhenti bersekolah, karena menunggak biaya SPP, sementara kedua adiknya Dandi dan Riyanti pun tidak melanjutkan sekolah karena malu sering diejek oleh teman-temannya. Hanya Daryo, adik terakhirnya yang masih bersekolah di PAUD di dusun tersebut.

“Sudah tidak sekolah SD, hanya satu adik saya yang sekolah di Paud, Kadang saya yang biayain, kadang menunggu kiriman dari bapak,” ujarnya polos.

Dulu saat sekolah dia harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer untuk mencapai tempat sekolahnya, jalan berbatu dan perbukitan serta hutan harus dilalui dia setiap harinya. Maklum, Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok berada di lereng kaki Gunung Slamet demgan jumlah penduduk 319 Jiwa dengan 187 rumah.

(trq/trq) sebagaimana dikutib dari detik.com

 

INSPIRASI GENERASI MUDA DAN KEPAHLAWANAN

Archived in the category: Jalan Kehidupan
Posted by sholihin on 27 Mar 13 - 0 Comments

Rabu, 19 Desember 2012 Tim Litbang Pelita

Kesamaan Soekarno, Sudirman dan Soeharto dalam Membela Bangsa

Peringatan bela negara diperingati tiap tanggal 19 desember, hal ini sebagai refleksi terharap perjuangan geliya panglima besar Jendral Sudirman. Sebagai bentuk prosesi sakral para kadet TNI biasanya melakukan napaktilas menempuh rute gerilya yang pernah dilalui panglima besar Sudirman sejauh 200 kilometer. Lalu apa urgensi atau semangat yang perlu di teladani dari peristiwa tersebut bagai generasi kini. Masihkah ada relevansinya terhadap masyarakat kita dewasa ini dan seperti apa bentuk konkrit membela negara.

Sejarah mencatat pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda kembalai melancarkan Agresi militer terhadap bangsa indonesia. Pertempuran yang dilancarkan Belanda pada pukul 6.00 pagi, menyerang Yogya. Pelecehan terhadap kedalualatan republik oleh belanda dengan melakukan penangkapan terhadap Presiden dan Wakil Presiden beserta sejumlah pejabat kabinet. Periode inilah merupakan situsai yang dan hari paling tegang, negara dalam keadaan darurat bagi Republik Indonesia. Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) berdiri di Sumatera, semetara itu Jenderal Sudirman melasanakan Perang Rakyat Semesta diseluruh tanah air. Di PBB, para pejuang diplomasi tidak akan mundur setapakpun serta tetap mengusahakan negara Proklamasi tegak dan berdiri.

Jendral Soedirman pada waktu itu sebagai panglima besar TNI kondidisinya masih sakit baru saja pulang dari rumah sakit. Belanda memanfaatkan kondisi dalam negri yang mengalami keguncangan akibat pro dan kontra penangkapan elit politi (Presiden dan wakil serta kabinet), serta isyu upaya diplomasi yang gagal, serta membonsai Negara kesatuan Indonesia menjadi negara serikat, ditambah upaya reoganisasi dan rasionalisasi tentara yang merugikan para gerilyawan atau tentara rakyat. Kegaduhan itu dimanfaatkan pihak Belanda untuk melakukan agresi militer ke II dengan berusaha menduduki ibu kota yang berada di Yogyakarta.

Sebulan sebelum meletus agresi II Belanda, Presiden Soekarno berupaya mengkonsolidasikan angkatan pertama kadet tentara yang akan menjadi letnan. Pengarahan penting terhadap kadet itu merupakan pentingnya menjaga keutuhan negara dan tentara harus menjadi garda depan menghadapi penghancur bangsa. Acara yang berlangsung pada tanggal 29 November 1948 di sekolah militer malang dan Bung Karno berpesan kepada 197 kadet Jogja yang berasal dari sekolah militer malang dan mojo agung.

Amanat beliau adalah; “ Anak-anak ku sebentar lagi kalian menjadi letnan, tantangan kalian semakin berat, karena tentara, negara kesastuan dan bhineka tunggal ika adalah satu kesatuan. Satu paket yang tidak bisa dipisahkan atau dihancurkan siapapun. Kalau ada yang mau menghancurkan negara kesatuan Republik Indonesia maka harus menghancurkan TNI dahulu, TNI tidak boleh hancur, TNI harus Jaya.”

Perlawanan terhadap agresi militer II Belanda yang mendarat 19 desember 1948 di lawan oleh tentara dan rakyat dibawah komando Jenderal Soedirman. Pada saat itu Pak Dirman, sapaan rakyat terhadap sang jendral baru saja keluar dari rumah sakit. Pada saat itu juga setelah mendapat informasi adanya agresi belanda beliau bersama sejumlah pasukan dan dokter pribadinya, memtuskan berangkat untuk berperang secara gerilya.

Perang gerilya ini merupakan taktik pertempuran berpola asimetris atau tidak konvensional dalam menghadapi para agresor. Jalur gerilya yang dipilih adalah degan menuju ke arah selatan jawa dan berlangsung sepanjang tujuh bulan. Pasukan Belanda tidak sanggup menembus basis peralawanan gerilya yang berbasis di Sobo sebagai markas sementara, markas gerilya yang berhasil dibangun posisinya dekat Gunung Lawu.
Dari posko utama Sobo beliau beserta dan pasukannya berhasil menyiapkan Serangan Umum 1 Maret 1949. Serangan tersebut berhasil mencapai target pertempuran dan politis mengalahkan belanda, pertempuran heroik itu berhasil di koordinasi dibawah pimpinan Letnan Kolonel Suharto yang di juluki bunga pertempuran. Kekalahan Belanda oleh serangan umum itu berakibat pengakuan dunia Internasinal terhadap Indonesia. Aksi gemilang tersebut menjadi sebuah pengormatan bagi Jenderal Soedirman dipanggil kembali ke Yogyakarta pada bulan Juli 1949.

Sosok fenomenal Jenderal Besar TNI Anumerta Raden Soedirman kelahiran Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916. Beliau adalah Jenderal Muda pejuang gigih dan cerdas meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun. Beliau merupakan seorang perwira tinggi militer Indonesia dan panglima besar pertama Tentara Nasional Indonesia yang berjuang selama masa revolusi kemerdekaan. Sudirman lahir dari pasangan wong cilik, lalu diangkat oleh pamannya, yang merupakan seorang priyayi.

Setelah dibawa pindah bersama keluarganya ke Cilacap pada akhir tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi siswa yang rajin; ia juga sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk organisasi pramuka bentukan organisasi Islam Muhammadiyah. Saat masih di sekolah menengah, Soedirman telah menunjukkan kemampuan sebagai pemimpin; ia juga dihormati dalam masyarakat karena taat pada agama Islam. Setelah keluar dari sekolah guru, ia menjadi guru di sebuah sekolah rakyat milik Muhammadiyah pada tahun 1936; Soedirman akhirnya diangkat sebagai kepala sekolah itu.

Soedirman juga aktif dengan berbagai program Muhammadiyah lain, termasuk menjadi salah satu pemimpin organisasi Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937. Setelah pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942, Soedirman terus mengajar. Pada tahun 1944 ia bergabung dengan angkatan Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang sebagai pemimpin batalyon di Banyumas.

Para pemimpin pendiribangsa ini mewariskan kemerdekaan ini buah dari hasil perang panjang untuk mendapatkannya. Kemerdekaan republik karena perang yang banyak mengorbankan harta dan jiwa raga anak bangsa. Momentum sejarah tersebut berdampak panjang terhadap konfigurasi politik bangsa ini. Rangkaian sejarah bangsa ini masih terpotong-potong dalam berapa fase bagaikan bagai serpihan yang belum utuh.Panggilan bagi mereka yang tulus dan semangat gigih dalam merangkai dan merajut kemurnian sejarah bangsa ini secara utuh.

Pertempuran heroik para pendiri bangsa ini seperti menjadi sepenggal kisah yang mati di pojok sejarah. Kesadaran, semangat dan kegigihan pendiri bangsa yang dikobarkan dalam perang merebut kemerdekaan kini seolah menjadi abu sejarah. Spirit penting perjuangan kemerdekaan perlahan di padamkan dan digeser oleh gelora libido liberalisasi. Banyak kalangan yang berkepentingan mencoba mengubur atau menghilangkan kepingan api sejarah baik oleh pelaku sejarah maupun yang berjarak dengan proses sejarah bangsa ini.

Para generasi penerus bangsa kini diwarisi abu dan debu sejarah, sebuah sejarah yang di kacaukan oleh kepentingan kelompok dan golongan yang berebut kekuasaan politik. Bara panas sejarah bangsa terus bergelora terjadi sejak proklamasi kemerdekaan, tarik menarik kepentingan oleh mereka yang tidak tulus memegang bara sejarah.Perjuangan yang muncul adalah pertarungan terhadap kekuatan yang merongrong keutuhan negara bangsa Indonesia.

Semoga dalam peringatan hari bela negara ini menyadarkan anak bangsa untuk membersihkan debu yang mengkotori sejarah bangsa ini. Memang sekarang era atau zamannya politik yang menentukan hiruk pikuk agenda nasional. Persoalan yang merenggur dan menguras perjalanan bangsa di mainkan oleh elit-elit partai atau kelompok dengan ideologi liberal. Kita memberi catan bahwa sejarah bangsa ini berkali-kali di kacaukan oleh mereka yang tidak menginkan bangsa ini bersatu dan maju. Penghancuran terhadap ideologi pancsila sebagai pondasi bangsa seakan tidak pernah berhenti.

Dengan hari bela negara ini mari kita mengkonsolidasikan kembali cita-cita dan jati diri bangsa ini. Hal inilah yang menjadi kesamaan para pejuang dan para pemimpin seperti soekarno, soedirman dan soeharto. Para pejuang itu pemikiran dan perkataannya tidak pernah berubah berhadapan dengan siapa pun. Namun mereka biasanya menerapkan cara yang berbeda dalam menerapkan mengoprasinalisasikan taktik dan strateginya di lapangan. Kesamaan pemikiran dan perinsip perjuangan mereka menjadi inspirasi penting dalam hari bela negara ini.

Sebuah kesamaan dalam memandang atau cita-cita terhadap masa depan bangsanya. Yaitu sebuah bangsa merdeka yang masyarakatnya memiliki kecintaan terhadap tanah airnya yang meliputi seluruh wilayah nusantara dari utara Pulau Sumatera sampai selatan Pulau Irian. Sehingga rasa persatuan yang timbul aladah dengan memahami bahwa semua suku di dalamnya merupakan satu bangsa yang sama yaitu Bangsa Indonesia. Sebuah bangsa yang berada dalam tata dunia yang saling memahamai bahwasannya setiap bangsa setara dan sejajar kedudukannya. Kedepan sistem demokrasi Indonesia harus memberikan keadilan dalam politik serta menjamin keadilan dalam ekonomi. Suatu sistem Demokrasi yang menjamin akan terciptanya kesejahteraan seluruh rakyatI ndonesia.

SUMBER : pelitaonline.com diakses tgl 26 Maret 2013 jam 7.35